News Update :

Rabu, 09 Februari 2011

Persita Mengukir Sejarah Melaju Ke Final LI VIII ( 3 Juli 2002 )


JAKARTA - Kesebelasan Persita Tangerang kali pertama dalam sejarah keikutsertaan dalam Kompetisi Liga Indonesia (KLI) melangkah ke babak final.

Itu teraih setelah kesebelasan tersebut menumbangkan tim "Ayam Jantan" PSM Makasar 2-0 (1-0) dalam pertandingan babak semifinal KLI VIII/2002 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, semalam.

Dua gol kemenangan kesebelasan berjuluk "Pendekar Cisadane" itu dibukukan kapten kesebelasan Olinga Atangana menit ke-14 dan Ilham Jayakusuma menit ke-61. Di babak final Persita akan menghadapi pemenang pertandingan satu partai semifinal lain, antara Petrokimia Gresik dan Semen Padang, yang akan dilangsungkan Kamis petang ini mulai pk 16.55 WIB.

Seperti situasi dalam pertandingan babak "4 besar" tahun-tahun lalu, suasana penyelenggaraan partai semifinal kembali semrawut. Penonton tidak tertib, khususnya suporter PSM yang berkali-kali berkelahi dengan pendukung Persita seperti terjadi di Sektor 16 dan 15.

Di lapangan pun terlalu banyak orang hilir mudik, sehingga suasana pertandingan tak mengesankan sebagai pertandingan semifinal Liga Indonesia.

Menjelang pertandingan berakhir, kenyamanan menonton makin terganggu. Karena, kendaraan polisi harus mondar-mandir untuk memadamkan api yang dinyalakan pendukung PSM.

Monoton

Pertandingan yang dipimpin wasit Purwanto dan disaksikan 30.000-an penonton yang sebagian besar pendukung Persita itu berlangsung monoton, bahkan agak menjemukan. Kedua tim gagal mengembangkan permainan yang enak ditonton. Hanya di tengah saling serang yang sering kandas di tengah jalan itu, Persita yang didukung 20.000-an penonton yang dikerahkan Pemerintah Tangerang mampu mencuri gol lewat sundulan Olingan Atangana. Dia memanfaatkan tendangan pojok Carlos de Mello.

Sundulan cepat mantan pemain Bandung Raya dan Persija itu gagal diadang kiper PSM Sony Gunawan yang terlambat bereaksi. Keunggulan 1-0 tampaknya meningkatkan motivasi para pemain Persita.

Setelah ketinggalan 0-1, PSM yang mengandalkan Colly Misrun dan Miro Baldo Bento di depan memang lebih agresif. Ditunjang dua pemain belakangnya Yosef Lewono dan Rony Ririn yang sering aktif menyerang, berkali-kali PSM menciptakan peluang. Sayang, barisan depan PSM seperti tumpul. Jadi walau dua kali kiper Persita Ahmad Kurniawan sudah jatuh tak berdaya, para penyerang PSM selalu gagal dalam penyelesaian akhir.

Karena lebih banyak ditekan, Persita agak bertahan hingga sering menumpuk para pemain di belakang. Taktik ini menyulitkan para penyerang PSM untuk menyamakan kedudukan.

Memasuki babak kedua, Pelatih PSM, Syamsudin Umar, memasukkan Djet Donald La'ala dan penyerang gaek Yusrifar Djafar untuk mempertajam serangan. Sebaliknya, demi mengamankan keunggulan, tim asuhan mantan pelatih nasional Benny Dollo kali ini tampil lebih disiplin dalam menjaga pertahanan. Taktik Persita cukup efektif. Sebab meski serangan PSM datang bergelombang, berkali-kali gawang Persita terhindar dari kebobolan.

Bahkan akibat kelengahan lini belakang PSM, Persita yang kali ini sangat berambisi menjadi juara menambah kemenangan menjadi 2-0, setelah Ilham Jayakusuma menciptakan gol kedua menit ke-61. Gol itu berbau bunuh diri, karena tendangan Ilham Jayakusuma yang memanfaatkan umpan Carlos de Mello menyentuh kaki seorang pemain belakang PSM. Akibatnya, bola tendangan Ilham melejit, membuat kiper Sony Gunawan melongo karena salah posisi. Kedudukan 2-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Persita: A Kurniawan, Nugroho A, Ade Manaf, Olinga Atangana, Giman Nurjaman, Carlos de Mello, Enjang Ruhiman, Firman Utina, Uci Sanusi, Zaenal Arif. Ilham Jayakusuma. PSM: Sony Gunawan, Yosef Lewono, Ronny Ririn, Fecky lasut/Djet Donald La'alaa, Syamsul Hairudin, Eka Miharyanto/Iswadi, Rodrigo Araya, Zain Batola, Rachman Marasabesi, Colly Misrun, Miro Baldo Bento.

0 komentar:

Poskan Komentar

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More