News Update :
Tampilkan postingan dengan label Berita Persita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Persita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2012

Persita

Berdiri: 1953
Alamat: Jl. TMP Taruna (Stadion Benteng) Indonesia
Telepon: +62 (0) 21 552 5938
Faksimile: +62 (0) 21 552 5938
Ketua: Drs. H. Ismet Iskandar (Ketua Umum)
Direktur: Drs. H. Satim Sofyan (Sekretaris)
Stadion: Lebak Bulus

Sejarah Singkat Persatuan Sepakbola Indonesia Tangerang yang lebih populer dengan sebutan Persita Tangerang adalah klub sepakbola profesional milik warga Kabupaten Tangerang, Banten. Tim berjuluk Pendekar Cisadane saat ini tercatat sebagai salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air.Meski telah lahir sejak 1953, namun kiprah Persita baru mulai terlihat di pentas sepakbola nasional sejak era Liga Indonesia dimulai. Maklum saja karena tim yang pertama kali mengenakan kostum putih, kuning, dan saat ini ungu hanya tampil di level kelas dua. Tak heran jika nama Persita tidak begitu setenar Persija Jakarta, PSM Makassar, dan tim papan atas lainnya.  Prestasi terbaik Persita di era kompetisi profesional dicapai pada musim kompetisi 2002 ketika tampil sebagai runner-up. Kala itu, skuad tim yang dibesut pelatih Benny Dollo yang saat ini menjadi asitek timnas Indonesia, dikalahkan Persik Kediri yang tampil sebagai juara. Pasang surut prestasi pun dialami tim "Plat Merah" ini selama tampil di Liga Indonesia yang digulirkan sejak musim kompetisi 1994/95. Di mana Persita pernah turun ke divisi satu pada musim 1998/99. Namun, hanya semusim di kasta kedua kompetisi sepakbola nasional, Persita kembali promosi ke divisi utama dengan status juara divisi satu.

Prestasi Liga Indonesia

1994/95: Peringkat ke-8 Wilayah Barat 
1995/96: Babak 12 Besar 
1996/97: Peringkat ke-5 Wilayah Barat 
1997/98: Kompetisi dihentikan
1998/99: Degradasi ke Divisi I  
2000: Juara Divisi I  (Promosi ke Divisi Utama)
2001: Babak Delapan Besar  
2002: Runner-up 
2003: Peringkat ke-3  
2004: Peringkat ke-8 
2005: Peringkat ke-8 Wilayah Barat
2006: Peringkat ke-10 Wilayah Barat  
2007: Peringkat ke-9 (Lolos ke Superliga)
2012: Runner-up (Lolos ke Liga Super Indonesia)

Senin, 22 Oktober 2012

Ledi Utomo Merapat Ke Persita

Ledi Utomo
JAKARTA - Klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL), Persita Tangerang akan mengandalkan para pemain muda untuk mengarungi kompetisi musim depan.
"Kami lebih memilih pemain muda sebagai skuad inti. Kami baru saja mengontrak pemain-pemain muda dari Persita Tangerang U-21, Aldi, Sukron Makmun, Saeful, dan Reki, serta pemain dari Pelita Jaya U-21, seperti Dibyo Previan Caesario dan Yogi Triana," ucap Sekretaris Persita Tangerang, Ali Subhan saat dihubungi, Selasa (16/10/2012).

Menurut Ali Subhan, sejumlah pemain berpengalaman dari sejumlah klub di Indonesia yang berminat bergabung pun belum dipastikan bisa merumput bersama Persita. Beberapa pemain berpengalaman yang mengikuti seleksi tertutup Persita adalah Ledi Utomo (PSMS Medan) dan Rendi Siregar (Sriwijaya FC).
"Kami ingin mengontrak pemain sesuai dengan kemampuan klub dan kebutuhan. Karena waktu kompetisi masih lama, kami sedang benar-benar memikirkan pemain mana yang akan direkrut. Oleh karena itu sampai saat ini kami pun belum membentuk kerangka tim. Begitu juga dengan pemain asing, kami belum mendapatkan pemain-pemain asing, namun tawaran dari sejumlah agen sudah ada," tuturnya.

Meski demikian, ujar Ali, pihaknya tetap memiliki limit waktu rekrut pemain baru hingga November 2012 dan tandatangan kontrak pun akan dilakukan pada  Desember 2012.[15 Oktober 2012].

Minggu, 21 Oktober 2012

Persita Kesulitan Masalah Finansial

Persita
Menghadapi kompetisi musim depan, manajemen Persita Tangerang seperti harus lebih bekerja keras. Terutama untuk memenuhi kebutuhan finansial skuad timnya.

Manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut harus memiliki deposit dana minimal Rp 2 miliar dan budgeting cap sebesar Rp 8 miliar. Hal tersebut merujuk pada persyaratan yang ditentukan AFC.

"Ya, kami masih berusaha untuk memenuhi finansial tersebut," ungkap Manajer Persita, Ahmed Zulfikar Iskandar, kepada wartawan, Senin (8/8).

Menurut Zulfikar, bukan pekerjaan gampang bisa menyediakan dana sebesar itu. Pihaknya harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan dana yang dipatok oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). "Karena ini sifatnya wajib, maka mau tidak mau, kami harus berusaha memenuhinya," tandasnya.

Ya, jika kubu tim Ungu tidak mampu menyediakan dana seperti yang ditentukan, maka bisa jadi tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV) akan absen dalam kompetisi musim depan. "Kalau syarat yang lain, seperti legal, PT (Perseroan Terbatas) kami sudah siap. Tinggal finansialnya saja yang bikin pusing," akunya.

Selanjutnya, sambil mencari dana, manajemen Pendekar Cisadane mulai mengevaluasi skuad timnya. Manajemen berencana akan mengurangi jumlah pemainnya. Alhasil, dari 30 pemain yang dimiliki, rencananya akan disisakan 25 pemain. "Sekitar 5 pemain yang akan kami coret," ungkapnya.

Hanya saja, pria yang akrab disapa Rully tersebut, enggan membeberkan lima pemain yang bakal didepak. "Nanti saja, kami beri tahu. Siapa saja mereka yang akan kami coret," tuturnya.

Ditanya apakah Persita akan mencari pengganti 5 pemain yang didepak, Rully mengatakan, pihaknya akan mencari pemain pengganti. Namun, Rully menyambutnya dengan melakukan perekrutan pemain muda potensial.

"Untuk skuad inti, kami akan mempertahankan komposisi kemarin. Kalau untuk pengganti lima pemain, kami mencari yang muda saja. Tapi yang potensial," pungkasnya.[10 Agustus 2011].

Tangerang Wolves Incar Luis Edmundo

Persita
Kapten Persita Tangerang, Luis Edmundo, mendapat banyak tawaran bergabung dari beberapa klub Indonesia. Salah satunya adalah klub yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI), yaitu Tangerang Wolves (TW).

Klub ini dikabarkan sedang gencar membujuk Luis Edmundo agar keluar dari tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut.TW berniat untuk mendapatkan Luis karena pelatih Paulo Camargo ingin merombak skuadnya di putaran kedua LPI mendatang.

Melalui asistennya Deca de Santos, pria asal Brazil itu mengatakan, pada putaran kedua nanti, akan dilakukan perombakan di beberapa lini. Dan lini belakang adalah salah satu lini yang akan dirombak.

Sementara itu, Luis Edmundo menyatakan bahwa masalah transfer dirinya adalah urusan manajemen, meskipun dia sebenarnya masih ingin bertahan di Persita. “Sebenarnya saya masih berharap terus di sini (Persita). Tapi, saya tidak tahu apa pendapat manajemen. Jika masih membutuhkan tenaga saya, maka saya akan prioritaskan Persita,” ujar Luis seperti dikutip situs resmi TW.

Sekadar informasi, TW menggelar Latihan perdana setelah libur panjang kompetisi LPI di Stadion Benteng (25/ 07). Latihan yang dipimpin langsung oleh pelatih TW Paulo Camargo ini belum dihadiri Bomber wolves Wallace da Silva dan Kurniwan Dwi Yulianto. Yang menarik perhatian dalam latihan tersebut adalah hadirnya Mantan striker timnas Indonesia Ilham Jaya Kesuma dan kiper Persib Bandung Tema Mursadat. Kedua pemain tersebut adalah pemain Persita.

Selain itu pemain Persita lainya juga bergabung dalam latihan tersebut. Hadirnya pemain-pemain persita dalam latihan TW ini mengundang pertanyaan, apakah ini indikasi persita dan Tangerang Wolves akan melakukan merger? Constantinus Awe selaku manajer TW mengatakan pada Wolvesnews belum ada kontrak dengan mereka (pemain persita), kalau mereka cocok dan sesuai kebutuhan tim baru akan kita kontrak.

Status Ilham Jk sendiri adalah bebas transfer karena musim kompetisi yang diikuti Persita tangerang sudah berakhir. Salah satu pemain yang dinanti kehadirannya adalah kapten Persita Luiz Edmundo yang diminati Paulo Camargo.[4 Agustus 2011].

Cari Solusi Pendanaan, Persita Akan Kumpulkan Stakeholder

Persita
Persita Tangerang menyatakan kesiapannya untuk ikut mengarungi kompetisi profesional yang rencananya digulirkan 8 Oktober mendatang.

"Kami sudah melayangkan surat pernyataan keikutsertaan kepada PSSI tadi (kemarin) siang. Surat ini kami akan lanjutkan dengan langkah-langkah konkret lainnya seperti kesiapan dokumen untuk memenuhi lima aspek yang ditentukan," terang GM Persita, Eka Wibayu, kepada Bola.net, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8).

Menurut Eka, kecuali finansial, dari semua aspek yang ditentukan, Persita sudah dapat dipenuhinya. Yakni Legal, Infrastruktur, Supporting, serta Administrasi dan Personal.

"Ya, sekarang tinggal memenuhi deposito sebesar Rp 2 miliar," sambungnya.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan mengumpulkan seluruh stakeholder sepak bola di Tangerang. Kami berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini," katanya.

Lebih lanjut dirinya berharap, ada solusi jangka panjang dari para stake holder. Sebab, Persita sudah tidak dapat menyusu dari APBD lagi.

"Kami sangat berharap para stakeholder bisa mencarikan sumber dana. Misalnya, turut membantu kami mencarikan sponsor," tutur Eka.

Selama ini, meskipun di Tangerang terdapat ratusan perusahaan, pihaknya kesulitan mendapatkan sponsorship.

"Mudah-mudahan dengan bersatunya para stakeholder, Persita bisa menggaet sponsor," tandasnya.[12 Agustus 2011].

Persita Siap Penuhi Syarat PSSI

Persita
TANGERANG - Persita Tangerang siap mengikuti kompetisi baru yang akan digelar PSSI. Saat ini kesiapan Pendekar Cisadane - julukan Persita - untuk tampil di kompetisi musim 2011/2012 tengah dimatangkan.

Jujur sebenarnya kita mendukung niatan PSSI untuk membentuk kompetisi profesional Sebagai salah satu klub yang telah mendapat pengalaman untuk membentuk tim profesional sejak tampil di ISI. (2008, red) berupaya agar ini bisa jadi kenyataan musim depan," terang Eka Wibayu. general manajer Persita Dia mengatakan saat ini tengah mematangkan konsep sesuai 5 aspek yang disyaratkan oleh PSSI untuk bisa ambil bagian dalam proses verifikasi. Apalagi ke 5 aspek itu, yakni legal, finansial, sporting, SDM dan infrastruktur sebenarnya sudah dipenuhi Persita.

"Saat ini yang sedang kita bahas secara intern soal ketentuan dalam hal finansial dimana tiap tim harus menyetor deposit berupa bank garansi kepada PSSI untuk keikutsertaan di kompetisi selama 3 tahun." tambah Ahmed Rully Zulfikar Iskandar, manajer tim Persita.

Namun, untuk memenuhi ketentuan ini. Persita lebih dulu akan melakukan komunikasi dengan PSSI.[7 Agustus 2011].

Selasa, 16 Oktober 2012

Persita Sulit Pertahankan Skuad

Rencana Persita Tangerang mempertahankan komposisi tim sepertinya sulit terjadi. Pasalnya, komposisi skuad tim berjuluk Pendekar Cisadane sudah kocar-kacir seiring dengan berakhirnya kontrak mereka.

Sejumlah pemain dikabarkan sudah bergabung dengan klub pilihannya masing-masing. M Agus Salim misalnya, dikabarkan sudah menaruh satu kakinya di Pelita Jaya Karawang. Sedangkan wing bek kawakan, Dedi Mulyadi, memilih Tangerang Wolves sebagai pelabuhan.

Pemerhati sepak bola Tangerang, Jalal Jalil menilai, fenomena hengkangnya pemain tim Ungu ke sejumlah klub sangat wajar. Sebab, selain membutuhkan pengalaman, seorang pemain juga ingin mendapatkan jaminan kesejahteraan dari klub yang dibelanya.

Seperti Agus Salim, lanjut Jalal, dia adalah pemain potensial. Buktinya, Agus Salim berkembang dengan cepat setelah tiga musim bersama Persita. Tapi, jika Agus Salim masih tetap bertahan di tim Ungu, pengalaman dan kemampuannya sulit berkembang.

"Karena itu, menurut saya keputusan tepat pindah ke Pelita Jaya. Dia akan mendapat banyak pengalaman karena Pelita bermain di kompetisi level tertinggi," ujarnya kepada Bola.net, Minggu (14/8).

Kemudian, kabar hengkangnya Dedi Mulyadi ke Tangerang Wolves juga keputusan tidak salah. Pasalnya, seorang pemain senior seperti dia membutuhkan kesejahteraan sebagai pemain.

"Kalau Dedi, mungkin sudah tidak berpikir karir. Maklum, karena usia," tuturnya.

Urusan kesejahteraan pemain di Persita, memang jauh dari kata cukup. Itu karena, gaji pemain di tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV) kerap tersendat. Bahkan, hingga saat ini masih ada tiga bulan gaji pemain yang belum dibayar.[22 Agustus 2011].

Persita Tak Risaukan Hengkangnya Sejumlah Pilar

Persita Tangerang ternyata sudah mengetahui kalau sejumlah penggawanya berencana hengkang. Meski demikian, pengurus dan manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane mengaku tidak bisa mencegah karena pemain sudah tidak lagi terikat kontrak.

"Kami tahu, siapa saja pemain yang sudah merapat ke tim lain. Bukan hanya M Agus Salim dan Dedi Mulyadi. Firdaus Ramadan juga," ungkap General Manajer Persita, Eka Wibayu, kepada Bola.net, Rabu (17/8).

Ya, M Agus Salim dan Dedi Mulyadi dikabarkan akan meninggalkan Persita. Agus Salim memilih bergabung dengan Pelita Jaya, sedangkan Dedi merapat ke klub Liga Primer Indonesia (LPI), Tangerang Wolves.

"Firdaus juga mau ke Pelita Jaya," sambung Eka.

Namun, lanjut Eka, Agus Salim dan Firdaus belum resmi berkostum Pelita Jaya. Demikian dengan Dedi Mulyadi belum resmi mengenakan kostum tim berjuluk Serigala Benteng. Oleh karenanya, Eka mengaku, pihaknya tidak risau. Artinya, masih ada kemungkinan tiga pilar Persita itu akan kembali ke markasnya.

"Kami terus menjalin komunikasi dengan mereka untuk memantau perkembangan. Sebab, yang kami ketahui mereka belum meneken kontrak. Berarti kami masih punya peluang memboyong mereka ke sini (Persita Red) lagi," ungkapnya.

Eka mengakui, keinginan Agus Salim dan kawan-kawan hengkang karena Persita belum memberikan kepastian terkait masa depannya. Itu karena, lanjutnya, pihaknya masih sibuk menyiapkan amunisi untuk menghadapi kompetisi profesional tahun ini.

Menurut Eka, Agus Salim, Dedi Mulyadi, Firdaus Ramadan dan sejumlah pemain inti Persita lainnya, berencana masih dipertahankan. Sebab, kualitas para pemain tersebut dinilai tidak mengecewakan.

"Seperti yang kami katakan sebelumnya, komposisi tim Persita sudah ideal dan tidak perlu dirombak," pungkasnya.[22 Agustus 2011].

Selasa, 02 Agustus 2011

Persita Bakal Coret Iwan Ridwan?

Kendati manajemen Persita Tangerang enggan membeberkan mengenai para pemain yang akan mengalami pencoretan, namun berkembang berspekulasi bahwa pemain tersebut adalah Iwan Ridwan.

Iwan disebut-sebut akan angkat koper dari markas Pendekar Cisadane- julukan Persita- menyusul minimnya kontribusi sebagai striker.

Manajer Persita, Ahmed Zulfikar Iskandar sebelumnya mengungkapkan, punggawa tim Ungu yang akan didepak dari markasnya adalah pemain yang minim kontribusi.

Nah, Iwan Ridwan masuk dalam kategori pemain minim kontribusi, karena dalam dua musim ini praktis dia tidak pernah merasakan turun di laga resmi.

Alasan yang kerap dikedepankan oleh pelatih Persita, Elly Idris, yakni Iwan dinilai belum siap diturunkan dalam laga resmi apalagi laga krusial yang harus dimenangi Persita.

Selain itu, usianya kini sudah tidak muda lagi, yakni berkepala tiga. Meski begitu, Ahmed Zulfikar masih enggan menegaskan bahwa pemain yang akan didepaknya salah satunya adalah Iwan.

Menurut pria yang akrab disapa Rully itu, pihaknya baru memutuskan siapa saja pemain yang harus angkat koper, setelah ada evaluasi tim.

"Wajar kalau ada yang berspekulasi begitu. Namun, sejauh ini kami belum mengeluarkan keputusan apapun soal tim. Yang jelas, mengenai siapa saja pemain yang kami coret nanti setelah ada evaluasi bersama," ungkap Rully kepada Bola.net, Senin (1/8).

Kemudian, saat ditanya kapan evaluasi tim akan dilakukan, pria yang juga Ketua Umum organisasi masyarakat Pemuda Pancasila Kabupaten Tangerang itu mengaku belum dapat memastikan. Dia hanya mengatakan, evaluasi tim akan dilakukan setelah ada kejelasan soal kompetisi musim depan.

"Ya, kami masih menunggu kepastian kapan dan seperti apa format kompetisi tahun ini," tuturnya.

"Kalau sudah ada kejelasan soal kompetisi musim depan, kami langsung bersiap-siap termasuk melakukan evaluasi tim," sambung pria yang hobi olahraga menembak tersebut.

Akhirnya, Gaji Tiga Bulan Pendekar Cisadane Cair

Setelah lama membeku di kas manajemen, gaji pemain Persita Tangerang akhirnya dicairkan. Hanya saja, gaji yang dicairkan tersebut hanya sebanyak tiga bulan dari tujuh bulan yang belum dibayarkan.

Meski demikian, pencairan gaji itu membuat sejumlah punggawa tim berjuluk Pendekar Cisadane bersuka cita. Sebab, Luis Edmundo dan kawan-kawan dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

"Kami sangat bersyukur," ungkap Luis Edmundo kepada Bola.net, Kamis (21/7).

Dia mengakui, selama belum gajian banyak kebutuhan sehari-hari yang mesti dipenuhi dengan berhutang. Bahkan, gaji tiga bulan yang dicairkan Rabu (20/7), masih belum mampu menutupi lubang hutangnya. "Paling tidak, utang saya sudah berkurang saat ini," akunya.

Oleh karenanya, pemain inti Pendekar Cisadane tersebut berharap, manajemen segera melunasi sisa gajinya. Harapannya, agar dirinya dapat melunasi semua hutang dan kembali memiliki uang simpanan. "Sebentar lagi Lebaran. Tapi saya tidak punya uang sama sekali. Kalau tidak dibayar, Lebaran tidak saya tidak punya uang," tuturnya.

Pembayaran gaji tiga bulan tersebut juga dibenarkan pelatih Persita, Elly Idris, "Ya, sudah dibayar tiga bulan. Berarti masih ada empat bulan lagi gaji yang belum dibayar," katanya.

Namun, kata Elly lagi, selain gaji empat bulan yang tersisa, manajemen tim Ungu masih mempunyai tunggakan membayarkan bonus kemenangan kepada pemain dan tim pelatih. Mantan pelatih Persibom Bolaang Mongondow itu mengungkapkan, bonus pemain yang harus dibayarkan manajemen adalah sekitar Rp 8 juta untuk masing-masing pemain.

"Persita juga wajib membayarkan bonus tersebut," pungkasnya.

Persita Konsisten Memakai Pemain Muda


TANGERANG - Persita Tangerang bertekad tetap konsisten memakai pemain muda. Dajam kompetisi Divisi Utama musim depan, tim berjuluk Pendekar Cisadane melakukan penjaringan talenla-talenta pesepakbola khususnya di Tangerang. "Kami akan kembali menggelar Uga Benteng. Karena dari sana kami dapat menemukan pemain-pemain potensial." ujar Manajer Persita Ahmed Zulfikar Iskandar.

Memang, lewat Uga yang diikuti sejumlah klub amatir yang ada di Tangerang itu lim Ungu berhasil menemukan pemain-pemain muda berta-lenda. Di antaranya wing bek lincah Omar Anwar. "Tangerang sebenarnya kaya dengan bibit-bibit pemain hebat. Buktinya, kami dapat menemukan beberapa pemain bertalenta, tuturnya.

Lantas kapan Uga Benteng akan digelar? Pria yang akrab disapa Rully itu mengaku belum dapat memastikan. Sebab, pemain yang terjaring dari Uga Benteng akan diproyeksikan menjadi pemain Persita.

Sementara, Pendekar Cisadane sendiri hingga saat ini masih adem ayem. Maklum, mereka id.imIi menunggu kepastian dari PSSI pusat tentang agenda kompetisi musim depan. "Kami sengaja belum melakukan persiapan, karena agenda kompetis mu-sim depan belum jelas," tandasnya

"Kami tidak mau, banyak mengeluarkan dana di persiapan. Kami tidak mau mengulang pengalaman seperti musim kemarin," tambahnya.

Ya. musim kemarin dana yang dimiliki Persita banyak terkuras dipersiapan. Itu karena jauh-jauh hari sebelum kompetisi tim kebanggaan Laakai Benteng Viola ini membentuk timnya. Celakanya lagi, jadwal kompetisi terus diundur saal itu. "Ingatkan, berapa kali jadwal diundur waktu itu. Nah, kami tidak mau mengalaminya lagi." pungkasnya

Minggu, 31 Juli 2011

Manajemen Persita Harus Berguru Ke Tim tetangga


TANGERANG Manajemen Persita Tangerang sepertinya h;irus belajar ke manajemen tim tetangganya. Persikota Tangerang. Buktinya, ketika manajemen Persita merasa kesulitan melunasi gaji pemainnya, manajemen Persikota justru sebaliknya

Belakangan, manajemen Persikota mengalami problem yang sama dengan manaiemr n Persita Yakni kesulitan membayar gaji pemainnya. Bedanya, manajemen tim Ksatria Bentengjulukan Persikota-mkI.iIi berhasil memenuhi kewajibannya (kendati tidak sepenuhnya), sementara manajemen Persita masih belum bisa terbuat banyak.

Va. manajemen Persikota mengakui punya tunggakan pembayaran gaji Akira Leonard Sopu,tan ilkk selama tiga bulan. Namun, dalam waktu singkat manajemen tim Kuning Biru sudah mampu melunasi sebulan gaji pemainnya.

"Va. untuk bulan ini gaji pemain sudah kami bayar. Berarti kami masih punya tunggakan dua bulan lagi Untuk tunggakan gaji dua bulan, akan kami lunasi setelah dana APBD cair." ungkap Bendahara Persikota Bambang Suwondo.

Lantas, bagaimana managemen bisa melunasi gaji pemainnya bulan ini. sementara kas masih kosong? Sayang, Bambang Suwondo enggan membeberkan prosesnya. Itu tidak perlu disebutkan. Yang jelas, kami bersyukur bisa membayar gaji pemain meski hanya sebulan," tuturnya.

hanya sebulan gaji yang dilunasi namun para penggawa Ksatria Benteng mengaku bersyukur, lm karena, dengan gaji sebulan, mereka masih memenuhi kebutuhannya sehari-hari. "Kalau dibandingkan dengan tun yang lain, kami masih mendingan." aku salah satu pemain Persikota yang enggan disebutkan namannya

Dia mengaku khawatir, jika ucapannya akan menyingung manajemen dan pemain tim lain yang saat ini masih belum gajian. "Tolong jangan ditulis nama saya Takut ada yang tersingung," tuturnya

Pemain ini berharap, kontraknya di Persikota diperpanjang. Pasalnya, bermain di Kuning Biru kesejahteraan pemain benar-benar diperhatikan. Meski ada pemain yang merasa belum puas dengan yang diberikan Persikota, tapi jujur, saya senang bermain di sini." akunya,

Rabu, 27 Juli 2011

Tim All Star Ingin Ambil Alih Persita


TANGERANG – Belum beresnya gaji pemain dan tim pelatih Persita Tangerang membuat sejumlah kalangan gerah. Bahkan, mereka berencana akan mengambil alih jajaran manajemen yang dinilai gagal mengurusi tim. “Sepertinya, akan terjadi dualisme manajemen di Persita.
Sejumlah mantan pemain Persita yang tergabung dalam tim All Star berencana mengambil alih manajemen,” ujar sumber INDOPOS di internal Persita yang enggan namanya di korankan. Menurutnya, sejumlah eks pemain Persita mengaku prihatin dengan kinerja jajaran manajemen sekarang.
Pemain All Star Persita menilai kinerja manajemen sangat buruk sehingga tidak mampu mencari sumber dana lain, selain dari APBD Kabupaten Tangerang. “Kata mereka, ada ribuan perusahaan di Kabupaten Tangerang. Tapi manajemen tidak dapat memberdayakan,” katanya. “Mereka menilai, manajemen sekarang terlalu bergantung dengan dana APBD. Selain itu, tim All Star menilai banyak orang yang tidak berkompeten duduk di kursi manajemen,” tambah sumber yang mewanti-wanti tidak disebutkan namanya itu. Lebih lanjut dikatakan, mantanmantan pemain Persita berharap jajaran manajemen diserahkan kepada mereka.
All Star Persita juga optimistis mereka dapat bekerja lebih baik dari manajemen sekarang. Bahkan, mereka tidak khawatir kalau pun tidak mendapat sokongan dana APBD. “Mereka sepertinya sudah punya sponsor,” bebernya. Rencana tim All Star Persita mengambil alih manajemen ternyata sudah sampai ke telinga pelatih Elly Idris. Pelatih yang berencana meninggalkan tim Ungu itu membenarkan akan ada gerakan itu. “Saya juga mendengar hal itu. Tapi, saya tidak mau ikut campur,” tandas Elly Idris. Elly hanya berharap, kedepan kinerja jajaran manajemen Persita jauh lebih baik.
Agar tidak terjadi, pembayaran gaji telat hingga berbulan-bulan seperti yang terjadi saat ini. Pasalnya, lanjut Elly, telatnya pembayaran gaji akan mempengaruhi performa tim. “Kalau sata boleh berpendapat, Persita bisa finis di peringkat empat kemarin sudah luar biasa. Sebab, pemain masih all out bermain meski tidak gajian,” pungkas eks arsitek Persibom Bolaang Mongondow itu.

Selasa, 12 Juli 2011

Persita Akan Siapkan Pemain Jika Piala Indonesia Jadi Digelar


Kabar akan digelarnya Piala Indonesia (PI) ditanggapi dingin oleh kubu Persita Tangerang. Apalagi, hal yang dikatakan oleh CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, tersebut, masih sebatas rencana.

"Kalau PI ada tentunya kami syukur dan kami akan menyiapkan tim," ungkap Manajer Persita, Ahmed Zulfikar Iskandar, kepada Bola, Selasa (28/6).

Namun, masih dikatakannya, Persita bakal menyiapkan tim untuk menghadapi PI setelah ada hasil Kongres PSSI di Solo pada 9 Juli nanti. Artinya, jika Kongres berjalan lancar dan tidak ada sanksi dari FIFA, kubu Persita meyakini PI bakal digelar.

"Karena itu, kita masih menunggu hasil Kongres nanti," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, seandainya PI benar-benar digelar, Pendekar Cisadane akan memakai tenaga mayoritas pemain yang ada. Pasalnya, besar kemungkinan, tim kebanggaan Laskar Benteng Viola itu akan mempertahankan sebagian besar pemain yang ada.

Persita Akan Melunasi Gaji Pemain Sebelum Habis Kontrak


Pemain Persita Tangerang boleh sedikit bernafas lega. Itu karena, janji manajemen yang bakal melunasi gaji mereka yang tertunggak pada Juli ini. Luis Edmundo dkk akan menerima gajinya sebelum kontrak bersama tim berjuluk Pendekar Cisadane selesai.

Ketua Umum Pengcab PSSI Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pemain tidak perlu risau kalau gajinya tidak dibayar. “Semua gaji akan diselesaikan sebelum kontrak pemain habis,” ujarnya kepada Indopos kemarin. Menurut Zaki, masalah tunggakan gaji ini sudah menjadi kewajiban jajaran pengurus dan manajemen. Apalagi, tidak ada sejarah, Persita tidak membayar gaji pemainnya.

Dia mengakui, gaji telat sudah hal biasa di klub ini. Maklum, karena tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV) itu masih bergantung dengan bantuan APBD Kabupaten Tangerang. “Tapi, setelah APBD turun, kami langsung bayar semua tunggakan gaji pemain. Sehingga pada kompetisi berikutnya kami sudah tidak punya tunggakan lagi. Manajemen baru akan memikirkan pembayaran gaji pemain baru,”kata anggota DPR RI itu. Pola seperti itu memang seolah sudah menjadi tradisi di Persita.

Bahkan, beberapa penggawa tim Ungu seperti Luis Edmundo mengaku sudah tahu kebiasaannya. Sebab itu, pemain asal Cile itu cenderung diam alias tidak protes karena yakin gajinya tetap dilunasi oleh manajemen. “Manajemen sudah bilang, gaji kami akan dibayar bulan Juli ini. Manajemen masih menunggu APBD cair. Ya, sebaiknya kita tunggu saja,” kata Luis Edmundo pasrah.

Jumat, 24 Juni 2011

Tangerang Wolves Incar Kapten Persita


Kapten Persita Tangerang, Luis Edmundo, mendapat banyak tawaran bergabung dari beberapa klub Indonesia. Salah satunya adalah klub yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI), yaitu Tangerang Wolves.
Tangerang Wolves dikabarkan sedang gencar membujuk Luis Edmundo agar keluar dari tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut. Tangerang Wolves berniat untuk mendapatkan Luis karena pelatih Paulo Camargo ingin merombak skuadnya di putaran kedua LPI mendatang.
Melalui asistennya Deca de Santos, pria asal Brazil itu mengatakan, pada putaran kedua nanti, akan dilakukan perombakan di beberapa lini. Dan lini belakang adalah salah satu lini yang akan dirombak.
Sementara itu, Luis Edmundo menyatakan bahwa masalah transfer dirinya adalah urusan manajemen, meskipun dia sebenarnya masih ingin bertahan di Persita.
“Sebenarnya saya masih berharap terus di sini (Persita). Tapi, saya tidak tahu apa pendapat manajemen. Jika masih membutuhkan tenaga saya, maka saya akan prioritaskan Persita,” ujar Luis.

Penggawa Persita Menunggu Pencairan APBD


Persita Tangerang belum lepas dari ujian menghadapi persoalan keuangan. Sumber pendanaan tunggal, APBD Kabupaten Tangerang, tidak kunjung mencair. Alhasil, nasib para penggawanya masih jauh dari kata bahagia.
"Kami berharap semua pemain kembali bersabar. Sebab, informasinya APBD akan dicairkan pada bulan Juli nanti," ungkap General Manajer Persita, Eka Wibayu, kepada , Minggu (19/6).

Eka mengungkapkan, pihaknya sudah tidak memiliki cara lainnya, selain menunggu dana APBD untuk memenuhi kewajiban selama enam bulan. Pasalnya, diakuinya berbagai upaya yang ditempuh untuk mendapatkan dana talangan tidak membuahkan hasil.

"Kami pun tidak menginginkan kondisi seperti ini," tuturnya.

Terpisah, legiun asing Persita, Luis Edmundo, mengaku pusing dengan kondisi timnya.

"Bahkan, gaji dan bonus pertandingan saya selama dua bulan pada musim lalu juga belum dibayarkan," aku Luis Edmundo.

Pemain asal Chile itu berharap, manajemen segera menepati janjinya dan melunasi hak pemain.

"Kami punya hutang di mana-mana. Maklum, kami tidak punya sumber pendapatan lain," pungkasnya.

Luis Edmundo Tegaskan Bertahan di Persita


Seretnya pembayaran gaji benar-benar membuat pemain Persita Tangerang frustasi. Bahkan, diantara mereka ada yang bertekad akan meninggalkan tim berjuluk Pendekar Cisadane pada kompetisi Divisi Utama musim depan. Namun, kondisi tersebut tidak berlaku bagi Luis Edmundo.
Legiun asing asal Cile tersebut tetap ingin bertahan di markas Persita. Alasan Luis- panggilan Luis Edmundo- saat ini dirinya belum punya alternatif klub yang lebih baik. Menurutnya, kondisi klub di Indonesia tidak jauh berbeda dengan tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV).

”Kondisi seperti ini (krisis keuangan) juga dirasakan tim-tim lain. Mereka juga kesulitan dana. Karena itu, saya belum mau berpikir untuk pindah ke tim lain,” kata mantan palang pintu Persis Solo tersebut, kepada Bola.net, Senin (13/6).

”Ya, saya bisa memahami kondisi seperti ini. Pencairan APBD sekarang tidak seperti dulu. Kata manajemen tim, prosesnya lebih rumit,” tuturnya.

Luis juga mengaku sudah menerka-nerka nasib Persita pada kompetisi musim depan.

Menurutnya, kondisi Persita bakal semakin sulit, karena pemerintah berniat melarang penggunaan dana APBD untuk tim profesional. Meski demikian, pemain berusia 32 tahun itu mengaku tetap bertahan di Persita.

”Saya berharap masih bisa di sini. Tapi semua itu tergantung manajemen,” aku Luis.

Ade Jantra Masih Ingin Bertahan di Persita


Gaji seret ternyata tak membuat para pemain Persita Tangerang kapok. Beberapa pemain tim berjuluk Pendekar Cisadane ini justru masih ingin bertahan musim depan. Selain Luis Edmundo, Ade Jantra Lesmana juga mengaku tak akan meninggalkan markas Pendekar Cisadane.

Ade Jantra berharap manajemen Persita masih mempertahankannya hingga satu musim ke depan. Ade merasa berhutang dengan tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV) itu.

“Saya merasa dibesarkan Persita. Jadi saya masih belum terpikir akan meninggalkan tim ini,” ungkapnya. Ya, Ade merupakan salah satu pemain yang dibesarkan tim Ungu. Karirnya menjadi pemain profesional dimulai dari tim Persita U-21. Skill di atas ratarata yang dimiliki, pada kompetisi musim 2008-2009 lalu Ade mendapat kesempatan masuk di skuad Persita senior meski hanya sebagai pemain cadangan.

Saat itu, kemampuan mengolah bola Ade terus di poles tim Persita yang dikepalai Zaenal Abidin. Hasilnya, skillnya makin matang dan kerap diturunkan sebagai pemain inti ketika Persita ditukangi Elly Idris. Pada kompetisi Divisi Utama 2010-2011, posisi Ade Jantra mulai tidak tergantikan.

Dari awal kompetisi pemain bertubuh kurus itu selalu masuk dalam daftar starting eleven Pendekar Cisadane. “Ya, saya bisa seperti sekarang ini karena Persita. Karena itu, saya bermain di sini (Persita) tidak berpikir gaji meski saya membutuhkannya,” tuturnya seraya tertawa.

Menurut Ade, krisis finansial di Persita harus bisa dimakluminya. Sebab, pada kompetisi sebelum-sebelumnya, krisis finansial seperti sekarang ini tidak pernah terjadi. Artinya, memang Persita saat ini dalam situasi kesulitan dana. “Saya yakin, Persita bisa mengatasi masalah ini.

Dan pada kompetisi musim depan kondisi seperti ini (gaji pemain terlambat) tidak terjadi lagi,” tukasnya. Ade juga mengaku tidak mau over convident. Dia merasa masih sebagai pemain biasa-biasa saja. Itu terbukti, sejauh ini belum ada tim yang berniat memboyongnya dari markas Pendekar Cisadane. “Kalau pun ada belum tentu saya mau. Saya masih ingin di Persita,” tandas pemain 21 tahun itu.

Minggu, 20 Februari 2011

Lawan Turkmenistan, Rishadi Siap Jadi Starter


Bermodal tinggi badan hingga 180 sentimeter (cm), Rishadi Fauzi, siap membayar kepercayaan pelatih Alfred Riedl jika diberi kesempatan menjadi starter saat menghadapi Turkmenistan.

Pelatih Alfred Riedl mengaku sudah mendapatkan sembilan nama pemain yang akan diturunkannya sebagai starter saat menghadapi Turkmenistan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu, 23 Februari 2011.

Riedl tinggal menentukan dua pemain lainnya untuk melengkapi 11 pemain yang akan menjadi starter melawan Turkmenistan. Untuk lini depan, satu posisi sudah pasti ditempati Yongki Aribowo yang juga berpeluang bertindak sebagai kapten tim.

Siapa yang menjadi duet lini depan Yongki hingga saat ini masih tanda tanya. Sebab, Riedl memiliki sejumlah nama penyerang seperti Johan Yoga, Titus Bonai, dan Rishadi untuk menjadi duet Yongki.

Rishadi memang menjadi starter saat Timnas melumat Hong Kong 4-1 dalam laga uji coba. Namun, posisinya belum aman untuk menjadi starter saat melawan Turkmenistan.

Meski demikian, striker Persita Tangerang tersebut siap bila dipercaya menjadi starter.

"Keputusan terakhir ada di tangan pelatih, tapi saya siap diturunkan," ujar Rishadi usai latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Minggu 20 Februari 2011.

"Saya sudah merasa nyaman berduet dengan Yongki (Aribowo) di depan. Saya siap diposisikan di mana pun oleh pelatih," tutur striker kelahiran 4 Juli 1990 tersebut.

Rishadi tampil mengesankan saat menjalani latihan pagi tadi. Striker berambut ikal tersebut bisa menjalani semua perintah Riedl. Meski memiliki tubuh tinggi, namun pergerakan Rishadi cukup gesit.

Namun, hal itu bukan jaminan karena Rishadi juga harus bersaing dengan Titus Bonai dan Johan Yoga yang juga impresif saat latihan.

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More