News Update :
Tampilkan postingan dengan label Persita History. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Persita History. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Oktober 2012

Persita

Berdiri: 1953
Alamat: Jl. TMP Taruna (Stadion Benteng) Indonesia
Telepon: +62 (0) 21 552 5938
Faksimile: +62 (0) 21 552 5938
Ketua: Drs. H. Ismet Iskandar (Ketua Umum)
Direktur: Drs. H. Satim Sofyan (Sekretaris)
Stadion: Lebak Bulus

Sejarah Singkat Persatuan Sepakbola Indonesia Tangerang yang lebih populer dengan sebutan Persita Tangerang adalah klub sepakbola profesional milik warga Kabupaten Tangerang, Banten. Tim berjuluk Pendekar Cisadane saat ini tercatat sebagai salah satu kontestan Superliga 2008/09, kompetisi paling bergengsi di tanah air.Meski telah lahir sejak 1953, namun kiprah Persita baru mulai terlihat di pentas sepakbola nasional sejak era Liga Indonesia dimulai. Maklum saja karena tim yang pertama kali mengenakan kostum putih, kuning, dan saat ini ungu hanya tampil di level kelas dua. Tak heran jika nama Persita tidak begitu setenar Persija Jakarta, PSM Makassar, dan tim papan atas lainnya.  Prestasi terbaik Persita di era kompetisi profesional dicapai pada musim kompetisi 2002 ketika tampil sebagai runner-up. Kala itu, skuad tim yang dibesut pelatih Benny Dollo yang saat ini menjadi asitek timnas Indonesia, dikalahkan Persik Kediri yang tampil sebagai juara. Pasang surut prestasi pun dialami tim "Plat Merah" ini selama tampil di Liga Indonesia yang digulirkan sejak musim kompetisi 1994/95. Di mana Persita pernah turun ke divisi satu pada musim 1998/99. Namun, hanya semusim di kasta kedua kompetisi sepakbola nasional, Persita kembali promosi ke divisi utama dengan status juara divisi satu.

Prestasi Liga Indonesia

1994/95: Peringkat ke-8 Wilayah Barat 
1995/96: Babak 12 Besar 
1996/97: Peringkat ke-5 Wilayah Barat 
1997/98: Kompetisi dihentikan
1998/99: Degradasi ke Divisi I  
2000: Juara Divisi I  (Promosi ke Divisi Utama)
2001: Babak Delapan Besar  
2002: Runner-up 
2003: Peringkat ke-3  
2004: Peringkat ke-8 
2005: Peringkat ke-8 Wilayah Barat
2006: Peringkat ke-10 Wilayah Barat  
2007: Peringkat ke-9 (Lolos ke Superliga)
2012: Runner-up (Lolos ke Liga Super Indonesia)

Senin, 22 Oktober 2012

Ledi Utomo Merapat Ke Persita

Ledi Utomo
JAKARTA - Klub peserta kompetisi Indonesia Super League (ISL), Persita Tangerang akan mengandalkan para pemain muda untuk mengarungi kompetisi musim depan.
"Kami lebih memilih pemain muda sebagai skuad inti. Kami baru saja mengontrak pemain-pemain muda dari Persita Tangerang U-21, Aldi, Sukron Makmun, Saeful, dan Reki, serta pemain dari Pelita Jaya U-21, seperti Dibyo Previan Caesario dan Yogi Triana," ucap Sekretaris Persita Tangerang, Ali Subhan saat dihubungi, Selasa (16/10/2012).

Menurut Ali Subhan, sejumlah pemain berpengalaman dari sejumlah klub di Indonesia yang berminat bergabung pun belum dipastikan bisa merumput bersama Persita. Beberapa pemain berpengalaman yang mengikuti seleksi tertutup Persita adalah Ledi Utomo (PSMS Medan) dan Rendi Siregar (Sriwijaya FC).
"Kami ingin mengontrak pemain sesuai dengan kemampuan klub dan kebutuhan. Karena waktu kompetisi masih lama, kami sedang benar-benar memikirkan pemain mana yang akan direkrut. Oleh karena itu sampai saat ini kami pun belum membentuk kerangka tim. Begitu juga dengan pemain asing, kami belum mendapatkan pemain-pemain asing, namun tawaran dari sejumlah agen sudah ada," tuturnya.

Meski demikian, ujar Ali, pihaknya tetap memiliki limit waktu rekrut pemain baru hingga November 2012 dan tandatangan kontrak pun akan dilakukan pada  Desember 2012.[15 Oktober 2012].

Minggu, 21 Oktober 2012

Persita Kesulitan Masalah Finansial

Persita
Menghadapi kompetisi musim depan, manajemen Persita Tangerang seperti harus lebih bekerja keras. Terutama untuk memenuhi kebutuhan finansial skuad timnya.

Manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut harus memiliki deposit dana minimal Rp 2 miliar dan budgeting cap sebesar Rp 8 miliar. Hal tersebut merujuk pada persyaratan yang ditentukan AFC.

"Ya, kami masih berusaha untuk memenuhi finansial tersebut," ungkap Manajer Persita, Ahmed Zulfikar Iskandar, kepada wartawan, Senin (8/8).

Menurut Zulfikar, bukan pekerjaan gampang bisa menyediakan dana sebesar itu. Pihaknya harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan dana yang dipatok oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). "Karena ini sifatnya wajib, maka mau tidak mau, kami harus berusaha memenuhinya," tandasnya.

Ya, jika kubu tim Ungu tidak mampu menyediakan dana seperti yang ditentukan, maka bisa jadi tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV) akan absen dalam kompetisi musim depan. "Kalau syarat yang lain, seperti legal, PT (Perseroan Terbatas) kami sudah siap. Tinggal finansialnya saja yang bikin pusing," akunya.

Selanjutnya, sambil mencari dana, manajemen Pendekar Cisadane mulai mengevaluasi skuad timnya. Manajemen berencana akan mengurangi jumlah pemainnya. Alhasil, dari 30 pemain yang dimiliki, rencananya akan disisakan 25 pemain. "Sekitar 5 pemain yang akan kami coret," ungkapnya.

Hanya saja, pria yang akrab disapa Rully tersebut, enggan membeberkan lima pemain yang bakal didepak. "Nanti saja, kami beri tahu. Siapa saja mereka yang akan kami coret," tuturnya.

Ditanya apakah Persita akan mencari pengganti 5 pemain yang didepak, Rully mengatakan, pihaknya akan mencari pemain pengganti. Namun, Rully menyambutnya dengan melakukan perekrutan pemain muda potensial.

"Untuk skuad inti, kami akan mempertahankan komposisi kemarin. Kalau untuk pengganti lima pemain, kami mencari yang muda saja. Tapi yang potensial," pungkasnya.[10 Agustus 2011].

Tangerang Wolves Incar Luis Edmundo

Persita
Kapten Persita Tangerang, Luis Edmundo, mendapat banyak tawaran bergabung dari beberapa klub Indonesia. Salah satunya adalah klub yang berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI), yaitu Tangerang Wolves (TW).

Klub ini dikabarkan sedang gencar membujuk Luis Edmundo agar keluar dari tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut.TW berniat untuk mendapatkan Luis karena pelatih Paulo Camargo ingin merombak skuadnya di putaran kedua LPI mendatang.

Melalui asistennya Deca de Santos, pria asal Brazil itu mengatakan, pada putaran kedua nanti, akan dilakukan perombakan di beberapa lini. Dan lini belakang adalah salah satu lini yang akan dirombak.

Sementara itu, Luis Edmundo menyatakan bahwa masalah transfer dirinya adalah urusan manajemen, meskipun dia sebenarnya masih ingin bertahan di Persita. “Sebenarnya saya masih berharap terus di sini (Persita). Tapi, saya tidak tahu apa pendapat manajemen. Jika masih membutuhkan tenaga saya, maka saya akan prioritaskan Persita,” ujar Luis seperti dikutip situs resmi TW.

Sekadar informasi, TW menggelar Latihan perdana setelah libur panjang kompetisi LPI di Stadion Benteng (25/ 07). Latihan yang dipimpin langsung oleh pelatih TW Paulo Camargo ini belum dihadiri Bomber wolves Wallace da Silva dan Kurniwan Dwi Yulianto. Yang menarik perhatian dalam latihan tersebut adalah hadirnya Mantan striker timnas Indonesia Ilham Jaya Kesuma dan kiper Persib Bandung Tema Mursadat. Kedua pemain tersebut adalah pemain Persita.

Selain itu pemain Persita lainya juga bergabung dalam latihan tersebut. Hadirnya pemain-pemain persita dalam latihan TW ini mengundang pertanyaan, apakah ini indikasi persita dan Tangerang Wolves akan melakukan merger? Constantinus Awe selaku manajer TW mengatakan pada Wolvesnews belum ada kontrak dengan mereka (pemain persita), kalau mereka cocok dan sesuai kebutuhan tim baru akan kita kontrak.

Status Ilham Jk sendiri adalah bebas transfer karena musim kompetisi yang diikuti Persita tangerang sudah berakhir. Salah satu pemain yang dinanti kehadirannya adalah kapten Persita Luiz Edmundo yang diminati Paulo Camargo.[4 Agustus 2011].

Cari Solusi Pendanaan, Persita Akan Kumpulkan Stakeholder

Persita
Persita Tangerang menyatakan kesiapannya untuk ikut mengarungi kompetisi profesional yang rencananya digulirkan 8 Oktober mendatang.

"Kami sudah melayangkan surat pernyataan keikutsertaan kepada PSSI tadi (kemarin) siang. Surat ini kami akan lanjutkan dengan langkah-langkah konkret lainnya seperti kesiapan dokumen untuk memenuhi lima aspek yang ditentukan," terang GM Persita, Eka Wibayu, kepada Bola.net, di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/8).

Menurut Eka, kecuali finansial, dari semua aspek yang ditentukan, Persita sudah dapat dipenuhinya. Yakni Legal, Infrastruktur, Supporting, serta Administrasi dan Personal.

"Ya, sekarang tinggal memenuhi deposito sebesar Rp 2 miliar," sambungnya.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan mengumpulkan seluruh stakeholder sepak bola di Tangerang. Kami berharap ada solusi untuk mengatasi masalah ini," katanya.

Lebih lanjut dirinya berharap, ada solusi jangka panjang dari para stake holder. Sebab, Persita sudah tidak dapat menyusu dari APBD lagi.

"Kami sangat berharap para stakeholder bisa mencarikan sumber dana. Misalnya, turut membantu kami mencarikan sponsor," tutur Eka.

Selama ini, meskipun di Tangerang terdapat ratusan perusahaan, pihaknya kesulitan mendapatkan sponsorship.

"Mudah-mudahan dengan bersatunya para stakeholder, Persita bisa menggaet sponsor," tandasnya.[12 Agustus 2011].

Persita Siap Penuhi Syarat PSSI

Persita
TANGERANG - Persita Tangerang siap mengikuti kompetisi baru yang akan digelar PSSI. Saat ini kesiapan Pendekar Cisadane - julukan Persita - untuk tampil di kompetisi musim 2011/2012 tengah dimatangkan.

Jujur sebenarnya kita mendukung niatan PSSI untuk membentuk kompetisi profesional Sebagai salah satu klub yang telah mendapat pengalaman untuk membentuk tim profesional sejak tampil di ISI. (2008, red) berupaya agar ini bisa jadi kenyataan musim depan," terang Eka Wibayu. general manajer Persita Dia mengatakan saat ini tengah mematangkan konsep sesuai 5 aspek yang disyaratkan oleh PSSI untuk bisa ambil bagian dalam proses verifikasi. Apalagi ke 5 aspek itu, yakni legal, finansial, sporting, SDM dan infrastruktur sebenarnya sudah dipenuhi Persita.

"Saat ini yang sedang kita bahas secara intern soal ketentuan dalam hal finansial dimana tiap tim harus menyetor deposit berupa bank garansi kepada PSSI untuk keikutsertaan di kompetisi selama 3 tahun." tambah Ahmed Rully Zulfikar Iskandar, manajer tim Persita.

Namun, untuk memenuhi ketentuan ini. Persita lebih dulu akan melakukan komunikasi dengan PSSI.[7 Agustus 2011].

Selasa, 16 Oktober 2012

Persita Sulit Pertahankan Skuad

Rencana Persita Tangerang mempertahankan komposisi tim sepertinya sulit terjadi. Pasalnya, komposisi skuad tim berjuluk Pendekar Cisadane sudah kocar-kacir seiring dengan berakhirnya kontrak mereka.

Sejumlah pemain dikabarkan sudah bergabung dengan klub pilihannya masing-masing. M Agus Salim misalnya, dikabarkan sudah menaruh satu kakinya di Pelita Jaya Karawang. Sedangkan wing bek kawakan, Dedi Mulyadi, memilih Tangerang Wolves sebagai pelabuhan.

Pemerhati sepak bola Tangerang, Jalal Jalil menilai, fenomena hengkangnya pemain tim Ungu ke sejumlah klub sangat wajar. Sebab, selain membutuhkan pengalaman, seorang pemain juga ingin mendapatkan jaminan kesejahteraan dari klub yang dibelanya.

Seperti Agus Salim, lanjut Jalal, dia adalah pemain potensial. Buktinya, Agus Salim berkembang dengan cepat setelah tiga musim bersama Persita. Tapi, jika Agus Salim masih tetap bertahan di tim Ungu, pengalaman dan kemampuannya sulit berkembang.

"Karena itu, menurut saya keputusan tepat pindah ke Pelita Jaya. Dia akan mendapat banyak pengalaman karena Pelita bermain di kompetisi level tertinggi," ujarnya kepada Bola.net, Minggu (14/8).

Kemudian, kabar hengkangnya Dedi Mulyadi ke Tangerang Wolves juga keputusan tidak salah. Pasalnya, seorang pemain senior seperti dia membutuhkan kesejahteraan sebagai pemain.

"Kalau Dedi, mungkin sudah tidak berpikir karir. Maklum, karena usia," tuturnya.

Urusan kesejahteraan pemain di Persita, memang jauh dari kata cukup. Itu karena, gaji pemain di tim kebanggaan Laskar Benteng Viola (LBV) kerap tersendat. Bahkan, hingga saat ini masih ada tiga bulan gaji pemain yang belum dibayar.[22 Agustus 2011].

Persita Tak Risaukan Hengkangnya Sejumlah Pilar

Persita Tangerang ternyata sudah mengetahui kalau sejumlah penggawanya berencana hengkang. Meski demikian, pengurus dan manajemen tim berjuluk Pendekar Cisadane mengaku tidak bisa mencegah karena pemain sudah tidak lagi terikat kontrak.

"Kami tahu, siapa saja pemain yang sudah merapat ke tim lain. Bukan hanya M Agus Salim dan Dedi Mulyadi. Firdaus Ramadan juga," ungkap General Manajer Persita, Eka Wibayu, kepada Bola.net, Rabu (17/8).

Ya, M Agus Salim dan Dedi Mulyadi dikabarkan akan meninggalkan Persita. Agus Salim memilih bergabung dengan Pelita Jaya, sedangkan Dedi merapat ke klub Liga Primer Indonesia (LPI), Tangerang Wolves.

"Firdaus juga mau ke Pelita Jaya," sambung Eka.

Namun, lanjut Eka, Agus Salim dan Firdaus belum resmi berkostum Pelita Jaya. Demikian dengan Dedi Mulyadi belum resmi mengenakan kostum tim berjuluk Serigala Benteng. Oleh karenanya, Eka mengaku, pihaknya tidak risau. Artinya, masih ada kemungkinan tiga pilar Persita itu akan kembali ke markasnya.

"Kami terus menjalin komunikasi dengan mereka untuk memantau perkembangan. Sebab, yang kami ketahui mereka belum meneken kontrak. Berarti kami masih punya peluang memboyong mereka ke sini (Persita Red) lagi," ungkapnya.

Eka mengakui, keinginan Agus Salim dan kawan-kawan hengkang karena Persita belum memberikan kepastian terkait masa depannya. Itu karena, lanjutnya, pihaknya masih sibuk menyiapkan amunisi untuk menghadapi kompetisi profesional tahun ini.

Menurut Eka, Agus Salim, Dedi Mulyadi, Firdaus Ramadan dan sejumlah pemain inti Persita lainnya, berencana masih dipertahankan. Sebab, kualitas para pemain tersebut dinilai tidak mengecewakan.

"Seperti yang kami katakan sebelumnya, komposisi tim Persita sudah ideal dan tidak perlu dirombak," pungkasnya.[22 Agustus 2011].

Minggu, 31 Juli 2011

Pemain Legenda Persita


Siapa sih orang Tangerang yang tidak mengenal sosok Agus Suparman ???. Pemain kelahiran Tangerang ini dikenal sebagai orang yang pendiam, tidak sombong kepada siapapun walaupun dia adalah orang yang sangat populer. Tapi, kalau di lapangan, Agus merupakan pemain yang sangat "ganas" dalam menaklukan kiper lawan. Bayangkan, sudah berapa jumlah gol yang ia ciptakan dalam setiap pertandingan, ibaratnya tiada hari tanpa gol bagi dirinya. Berbagai prestasi sudah ia sandang, seperti Pemain Terbaik Siwo PWI Yogyakarta Th 1987. Pengalaman pahit pun sudah pernah ia rasakan saat tim Persita bertandang ke Garut, dimana saat itu ketika Persita berhadapan dengan tuan rumah Persigar Garut. Agus dikeroyok dan dipukuli oleh para pemain dan suporter tuan rumah, akibatnya Agus harus istirahat total tidak boleh bermain dalam jangka waktu seminggu.


Pemain kelahiran Kuningan ini terkenal dengan umpan-umpannya yang sangat akurat dari sayap kiri. Oleh sebab itulah selama dia memperkuat tim Pendekar Cisadane sejak LI I jarang sekali Uci menduduki bangku cadangan. Walau pemain yang selalu diandalkan oleh Persita, Uci merupakan seorang pemain yang ramah, supel bergaul dengan siapapun juga termasuk pendukung fanatik Persita, sebab itulah Uci disenangi oleh para Persita Mania. Selain itu Uci merupakan pemain panutan yang perlu ditiru kesetiannya kepada Persita, walaupun Persita terperosok ke divisi I. Dan Uci pulalah dan kawan-kawan yang mengangkat kembali Persita ke divisi utama dan sampai kinipun dia tidak tetap membela Pendekar Cisadane.

Rabu, 09 Februari 2011

Persita Menaklukkan Juara Vietnam Gia Lai 2-1 ( 14 July 2003 )


Meski harus bermain dengan 10 pemain, kesebelasan Persatuan Sepakbola Tangerang (Persita), Banten, menundukkan klub asal Vietnam, Hong Anh Gia Lai (HAGL) 2-1 dalam kompetisi antarklub ASEAN LG Cup 2003 di Stadion Bung Karno Senayan, Jakarta, Senin (14/7). Kedua gol Persita diciptakan Ilham Jaya di menit 25 dan pemain asal Liberia, Anthony Jommah Balla pada menit 47.

Tim Gia Lai unggul lebih dulu melalui gol Kiatisuk Senamuang pada menit ke-11. Gol tercipta dari tendangan bebas di luar kotak penalti, menyusul pelanggaran Anthony Jommah Balla terhadap penyerang Gia Lai. Namun keunggulan Gia Lai hanya bertahan sekitar 15 menit. Ilham Jaya berhasil membobol gawang Gia Lai yang dikawal Vovan Hanha, sehingga kedudukan menjadi 1-1. Persita memastikan kemenangannya setelah tendangan Jommah Balla tak bisa dibendung Vovan Hanha.

Permainan cepat di akhir babak kedua berdampak keluarnya kartu kuning untuk Jommah Balla dan Manan dari Persita. Pada menit ke-87, wasit kembali mengganjar pelanggaran Jommah Balla. Pemain asal Liberia itu dikeluarkan dari lapangan. Pelatih Persita Benny Dolo mengaku puas dengan hasil 2-1 ini. Sedangkan Manajer Gia Lao Nguyen Ngoc Tran tetap optimistis timnya masih akan melaju ke putaran berikutnya.

Sementara pada pertandingan kedua di tempat yang sama, juara Thailand, Bec Tero unggul 1-0 atas juara India East Bengal. Gol tercipta dari kaki Tetsa Chaiman. Hingga wasit Abdullah meniup peluit panjang, kedudukan 1-0 tidak berubah.

Asal tahu saja, kejuaraan ASEAN LG Cu 2003 ini diikuti 12 klub se Asia Tenggara. Pembagian klub berdasarkan undian adalah Petrokimia masuk di grup A bersama Samart United (Kamboja). Grup B ditempati Singapore Armed Forces (Singapura), Perak FC (Malaysia), dan DPMM (Brunei Darussalam). Adapun Persita berada di grup C bersama H.A. Gialia (Vietnam) dan Telecom and Transportation (Laos).

Pendekar Cisadane Ditumbangkan East Bengal ( 21 July 2003 )


Persatuan Sepak Bola Tangerang (Persita) harus mengubur ambisi ke semifinal Kejuaraan Antarklub ASEAN LG Cup 2003. Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelanggang Olah Raga Bung Karno, Senin (21/7), kesebelasan yang dijuluki Pendekar Cisadane ini ditumbangkan klub East Bengal India dengan skor tipis 1-2.

Pada babak pertama, kedua tim bermain imbang. Sedangkan gol baru tercipta di babak kedua, berawal dari kaki ujung tombak East Bengal, Bhiacung Bhutia. Ketinggalan satu gol tak membuat para pemain Persita patah semangat. Pendekar Cisadane mencoba bermain lebih agresif. Apalagi, sejak pertengahan babak pertama, tempo permainan meningkat dan cenderung kasar.

Gol Persita tercipta dari titik penalti. Ini menyusul pelanggaran oleh penjaga gawang East Bengal, Shandip Shangram Mukherje, terhadap pemain Persita Muriza Edi di kotak penalti. Hadiah penalti ini dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang Persita Ilham Jaya Kusuma. Kedudukan pun berubah, 1-1.

Harapan Persita untuk memenangi pertandingan kandas setelah sebuah sundulan keras Mutum Bijen Singh merobek gawang Indra Kurniawan. Kedudukan 2-1 bagi kemenangan East Bengal tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.

Selepas pertandingan, pelatih East Bengal, Suhbash Bohwmick mengaku tak terlalu gembira atas kemenangan tim asuhannya. Sebab, seorang pemainnya harus dirawat di rumah sakit akibat berbenturan dengan Zainal Arief. Sementara pelatih Persita Benny Dollo tak menyesal meski timnya gagal melangkah ke semifinal.

Di pertandingan kedua, Bec Tero Thailand maju ke semifinal setelah mengalahkan runner up Grup C, Hoang Anh Gia Lai, klub asal Vietnam. Gol pertama Bec Tero tercipta ketika pertandingan baru berjalan dua menit melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh Tiershak Chaiman. Sementara gol kedua tercipta 20 menit kemudian oleh Jatupong Tongshu. Hoang Anh Gia Lai memperkecil kekalahan melalui Le Quock Vong.

Pertandingan antara Bec Tero melawan Hoang Anh Gia Lai boleh dikatakan berlangsung keras dan cenderung kasar. Dalam pertandingan tersebut wasit sempat mengeluarkan dua kartu merah dan tiga kartu kuning. Kendati demikian, kedudukan 2-1 bagi kemenangan Bec Tero tak berubah hingga usai pertandingan.

Persita Memimpin Grup C Pada ASEAN LG Cup Dan melaju keperempat Final ( 18 July 2003 )


Persatuan Sepak Bola Tangerang (Persita) tampil sebagai juara Grup C Kejuaraan Sepak Bola antarklub ASEAN LG Cup 2003. Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (18/7), Persita menaklukkan juara Liga Laos, Ministry of Communication, Transportation, Post, and Construction (MCTPC) Laos dengan skor telak 5-1. Ujung tombak Persita Zainal Arief memborong empat gol dalam pertandingan ini. Hasil tersebut membawa Persita ke perempat final dan akan berhadapan dengan East Bengal, juara Liga India yang menjadi runner up di Grup D.

Persita yang diarsiteki Benni Dolo tampil cukup memuaskan penonton. Gol pertama Persita diciptakan Zaenal Arief pada menit ke-23 lewat sundulan kepala setelah menerima umpan tendangan penjuru Uci Sanusi. Gol ini ternyata membuat permainan MCTPC menjadi tidak teratur, yang kemudian dimanfaatkan oleh para pemain Persita untuk mengurung daerah pertahanan lawan. Sebelum peluit babak pertama berakhir, dua dari enam peluang emas yang diciptakan para pemain Persita akhirnya membuahkan gol. Kedua gol itu juga diciptakan oleh Zaenal Arief pada menit ke-36 dan menit ke-41 melalui tendangan kerasnya.

Memasuki babak kedua, masing-masing tim masih memperagakan permainan menyerang. Persita menambah dua gol lewat Zainal Arief dan Dedi Umarela. Sedangkan gol balasan MCTPC dicetak Vanhnaseng Nakhady menjelang usai pertandingan. Pelatih Persita Benny Dolo mengaku puas dengan hasil yang diraih anak-anaknya. Ia berjanji akan lebih menggembleng karena tim yang akan dihadapi di babak perempat final nanti memiliki kualitas yang lebih baik dari MCTPC. Namun Benny optimistis, Persita memiliki peluang maju ke babak berikutnya.

Pada pertandingan sebelumnya, Bec Tero Thailand menjadi juara Grup D setelah mengalahkan Army Football Club Filipina 3-0. Kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama. Memasuki babak kedua, Bec Tero berhasil menyarangkan tiga gol ke gawang Army. Pada babak perempat final yang akan dimulai Senin depan, Bec Tero akan berhadapan dengan Hoang Anh Gia Lai Vietnam.

Persita Mengukir Sejarah Melaju Ke Final LI VIII ( 3 Juli 2002 )


JAKARTA - Kesebelasan Persita Tangerang kali pertama dalam sejarah keikutsertaan dalam Kompetisi Liga Indonesia (KLI) melangkah ke babak final.

Itu teraih setelah kesebelasan tersebut menumbangkan tim "Ayam Jantan" PSM Makasar 2-0 (1-0) dalam pertandingan babak semifinal KLI VIII/2002 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, semalam.

Dua gol kemenangan kesebelasan berjuluk "Pendekar Cisadane" itu dibukukan kapten kesebelasan Olinga Atangana menit ke-14 dan Ilham Jayakusuma menit ke-61. Di babak final Persita akan menghadapi pemenang pertandingan satu partai semifinal lain, antara Petrokimia Gresik dan Semen Padang, yang akan dilangsungkan Kamis petang ini mulai pk 16.55 WIB.

Seperti situasi dalam pertandingan babak "4 besar" tahun-tahun lalu, suasana penyelenggaraan partai semifinal kembali semrawut. Penonton tidak tertib, khususnya suporter PSM yang berkali-kali berkelahi dengan pendukung Persita seperti terjadi di Sektor 16 dan 15.

Di lapangan pun terlalu banyak orang hilir mudik, sehingga suasana pertandingan tak mengesankan sebagai pertandingan semifinal Liga Indonesia.

Menjelang pertandingan berakhir, kenyamanan menonton makin terganggu. Karena, kendaraan polisi harus mondar-mandir untuk memadamkan api yang dinyalakan pendukung PSM.

Monoton

Pertandingan yang dipimpin wasit Purwanto dan disaksikan 30.000-an penonton yang sebagian besar pendukung Persita itu berlangsung monoton, bahkan agak menjemukan. Kedua tim gagal mengembangkan permainan yang enak ditonton. Hanya di tengah saling serang yang sering kandas di tengah jalan itu, Persita yang didukung 20.000-an penonton yang dikerahkan Pemerintah Tangerang mampu mencuri gol lewat sundulan Olingan Atangana. Dia memanfaatkan tendangan pojok Carlos de Mello.

Sundulan cepat mantan pemain Bandung Raya dan Persija itu gagal diadang kiper PSM Sony Gunawan yang terlambat bereaksi. Keunggulan 1-0 tampaknya meningkatkan motivasi para pemain Persita.

Setelah ketinggalan 0-1, PSM yang mengandalkan Colly Misrun dan Miro Baldo Bento di depan memang lebih agresif. Ditunjang dua pemain belakangnya Yosef Lewono dan Rony Ririn yang sering aktif menyerang, berkali-kali PSM menciptakan peluang. Sayang, barisan depan PSM seperti tumpul. Jadi walau dua kali kiper Persita Ahmad Kurniawan sudah jatuh tak berdaya, para penyerang PSM selalu gagal dalam penyelesaian akhir.

Karena lebih banyak ditekan, Persita agak bertahan hingga sering menumpuk para pemain di belakang. Taktik ini menyulitkan para penyerang PSM untuk menyamakan kedudukan.

Memasuki babak kedua, Pelatih PSM, Syamsudin Umar, memasukkan Djet Donald La'ala dan penyerang gaek Yusrifar Djafar untuk mempertajam serangan. Sebaliknya, demi mengamankan keunggulan, tim asuhan mantan pelatih nasional Benny Dollo kali ini tampil lebih disiplin dalam menjaga pertahanan. Taktik Persita cukup efektif. Sebab meski serangan PSM datang bergelombang, berkali-kali gawang Persita terhindar dari kebobolan.

Bahkan akibat kelengahan lini belakang PSM, Persita yang kali ini sangat berambisi menjadi juara menambah kemenangan menjadi 2-0, setelah Ilham Jayakusuma menciptakan gol kedua menit ke-61. Gol itu berbau bunuh diri, karena tendangan Ilham Jayakusuma yang memanfaatkan umpan Carlos de Mello menyentuh kaki seorang pemain belakang PSM. Akibatnya, bola tendangan Ilham melejit, membuat kiper Sony Gunawan melongo karena salah posisi. Kedudukan 2-0 bertahan hingga pertandingan usai.

Persita: A Kurniawan, Nugroho A, Ade Manaf, Olinga Atangana, Giman Nurjaman, Carlos de Mello, Enjang Ruhiman, Firman Utina, Uci Sanusi, Zaenal Arif. Ilham Jayakusuma. PSM: Sony Gunawan, Yosef Lewono, Ronny Ririn, Fecky lasut/Djet Donald La'alaa, Syamsul Hairudin, Eka Miharyanto/Iswadi, Rodrigo Araya, Zain Batola, Rachman Marasabesi, Colly Misrun, Miro Baldo Bento.

Penghargaan Ganda Untuk Ilham Jayakesuma ( 9 Juli 2002 )


Sementara, dibalik raut wajah kekecewaan segenap
pengurus maupun pemain Persita Tangerang yang gagal
menorehkan sejarah baru bagi masyarakat Banten setelah
gagal membawa pulang gelar Juara Liga Indonesia Bank
Mandiri (LBM) 2002. Ada secercah cahaya terang yang
patut dibanggakan warga Tangerang maupun masyarakat
Indonesia, yakni Ilham Jayakusuma. Pemain kelahiran 19
September 1978 ini dinobatkan untuk meraih penghargaan
ganda sebagai Pemain Terbaik sekaligus Pencetak Gol
Terbanyak dalam pentas LBM 2002. Aksi dan sepak
terjang Ilham Jayakusuma di pentas persepakbolaan
nasional memang penuh sensasi. Berkat kepiawaian putra
yang lahir dari pasangan Hasan B dan Siti Kusnah ini
di lapangan hijau, nama Persita Tangerang muncul
sebagai tim yang disegani tim papan atas manapun di
Indonesia. Gol demi gol yang tak terlupakan-pun lahir
berkat naluri tajamnya sebagai seorang eksekutor
handal di lini depan.

Walaupun pada akhirnya gagal membawa
Persita menembus babak Semifinal, nama Ilham telah
tercatat sebagai salah satu nominasi Pemain Terbaik
yang dimiliki Indonesia.

Kecintaan Ilham terhadap Persita ditunjukkan dengan
kesetiaannya untuk tetap membela 'Pendekar Cisadane'
ini dalam menghadapi LBM 2002. Pengorbanan yang
dilakukan Ilham tidak sia-sia, bersama Persita
Tangerang di ajang LBM 2002 ini, namanya kian bersinar
terang bak meteor yang jatuh dari langit. Gol demi gol
kemenangan Persita-pun lahir dari kaki 'emas'-nya.
Bahkan pada tanggal 28 April 2002 lalu, Ilham membuat
sensasi luar biasa saat memborong enam gol sekaligus
ke gawang Persikab Kab. Bandung. Tak heran kalau ia
pantas meraih 'Sepatu Emas' di pentas LBM 2002 setelah
berhasil menjebol gawang lawan sebanyak 26 kali.

Walaupun pada akhirnya gagal membawa Persita untuk
menorehkan sejarah baru bagi persepakbolaan Banten.
Kontribusi Ilham tetap luar biasa. Prestasi menembus
Final LBM 2002 merupakan prestasi tertinggi yang
pernah diraih Persita selama kiprahnya di pentas
persepakbolaan nasional. Kebahagiaan tim memang belum
berpihak, namun secercah cahaya terang bagi bangkitnya
persepakbolaan Indonesia telah lahir dari Persita.
Nama Ilham Jayakusuma kini menjadi harapan Tim
Nasional Indonesia untuk meraih prestasi tertinggi di
pentas internasional. Gol demi gol yang akan lahir
dari kaki Ilham tetap menjadi harapan kita bersama.

Ilham Hayakesuma Pencetak Gol Tercepat ( 14 Januari 2001 )


Pecinta sepakbola tanah air tentu masih ingat dengan
kejadian pada tanggal 14 Januari 2001 ketika nama
Ilham tercatat sebagai pencetak gol tercepat sepanjang
Liga Indonesia digelar. Kala itu, Ilham berhasil
menjebol gawang Persiraja Banda Aceh dalam partai
perdana Liga Bank Mandiri 2001 di Stadion Benteng, Tangerang dalam
waktu 13 detik.

Persita Juara II Ligina VIII ( 8 Juli 2002 )

JAKARTA - Dewi fortuna ternyata belum memihak pada tim
Persita Tangerang. Golden goal pemain Petrokimia
Gresik Yao Eloi pada menit ke-93 telah memupuskan
harapan Persita Tangerang untuk meraih juara pada Liga
Indonesia VIII 2002. Positioning Eloi memang
benar-benar pas. Bola muntah yang gagal dikuasai kiper
Persita, A Kurniawan, langsung disambar oleh Eloi yang
baru masuk di babak kedua.

Dengan gol kedua Petrokimia tersebut, sekaligus
mengantarkan tim itu sebagai juara. Para pemain Petro
langsung berlarian merangkul pelatih Sergei Dubrovin
sementara para pemain Persita tertunduk lesu di atas
lapangan. Hujan deras yang mengguyur Gelora Bung
Karno, hanya mengantarkan anak asuhan Benny Dollo itu,
pada posisi runner up.

Pada babak pertama, Persita lebih dulu unggul pada
menit ke-1 lewat gol yang diciptakan Ilham Jayakesuma.
Umpan silang Giman Nurjaman salah diantisipasi oleh
pemain bertahan Petro, Gatot Indra. Bola muntah
langsung disambut Ilham dengan tendangan keras
memperdaya kiper Mukti Ali Raja. Gol balasan Petro
baru hadir di menit ke-73. Tendangan bebas Sasi Kirono
dimanfaatkan oleh Samuel Chelbi yang langsung
melepaskan tendangan keras ke sudut kanan gawang
Persita. Namun pada menit ke-80, wasit terpaksa
menunda pertandingan karena hujan deras yang mengguyur
Gelora Bung Karno. Skor sampai pertandingan ditunda
masih 1-1.

Hujan mulai mengguyur lapangan sejak menit ke-50.
Memasuki menit ke-75, kondisi lapangan sudah seperti
kolam ukuran raksasa. Air tergenang di hampir seluruh
lapangan. Bola tak bisa bergulir dengan sempurna dan
sungguh menyulitkan para pemain dalam mengontrol bola.
Pelatih Persita Benny Dollo sempat memprotes wasit
Purwanto karena keputusannya untuk terus memaksa
pertandingan berjalan. Akhirnya pada menit ke-80
Purwanto mengambil keputusan tepat dengan menghentikan
pertandingan.


PERTANDINGAN DILANJUTKAN
Setelah hujan reda, pertandingan final Liga Indonesia
VIII antara Persita Tangerang melawan Petrokimia
Gresik dilanjutkan kembali. Namun hingga babak II
berkahir, kedua tim tidak mampu mencebloskan gol ke
gawang lawan. Pada babak perpanjangan waktu, begitu
wasit Purwanto meniup pluit sebagai tanda pertandinagn
dimulai, kedua tim bermain sangat antusias. Kendati
kondisi lapangan belum pulih, dan masih digenagi air.

Persita Melaju Ke Final Ligina VIII ( 3Juli 2002 )

Persita Tangerang berhasil menembus final Liga Bank
Mandiri VIII setelah menekuk PSM Makassar di
semifinal, Rabu (3/7). Olinga Atangana dkk memasukkan
dua gol kemenangan tanpa balasan. Gol pertama Persita
disumbangkan oleh Olinga Atangana di menit ke-14 babak
pertama. Memanfaatkan sepak pojok Antonio Carlos de
Mello, bola atas disambut dengan sundulan kepala
Atangana dan tidak bisa diantisipasi oleh penjaga
gawang Ansar Abdullah. Dan gol kedua Persita
dimasukkan oleh Ilham Jaya Kesuma di menit ke-61 babak
kedua. Gol ini tercipta dari umpan Carlos de Mello
yang diteruskan melalui tendangan ke arah kiri gawang
PSM. Bagi Ilham, ini adalah gol ke-25 sepanjang
kompetisi dan memantapkan posisinya sebagai top skor.

Ini adalah kali pertama Persita Tangerang mampu lolos
ke final Liga Indonesia. Sukses yang tentunya
dirayakan oleh warga Tangerang khususnya dan Banten
umumnya. Pada partai final tim asuhan Benny Dollo ini
tinggal menunggu pemenang partai semifinal antara
Petrokimia Putra melawan Semen Padang, Kamis (4/7)
besok.

Dalam pertandingan yang digelar di stadion Senayan
Jakarta itu, kedua tim memiliki peluang berimbang
untuk mencetak gol. Di babak kedua, PSM yang sudah
ketinggal dua gol tek henti-hentinya menyerang
pertahanan Persita. Pelatih Syamsuddin Umar bahkan
memasukkan tiga striker yaitu Iswadi, Miro Baldo Bento
dan Coly Misrun. Namun, serangan mereka selalu kandas
di kaki pertahanan Persita yang dikoordinir oleh
pemain berpengalaman, Olinga Atangana.

Tendangan langsung dari luar kotak penalti yang sering
dilancarkan oleh Rodrigo Araya maupun Syamsul
Hairuddin juga sering digagalkan oleh kiper Ahmad
Kurniawan. Kekalahan ini diterima oleh pelatih PSM,
Syamsudin Umar. "Kami kalah karena kami memang banyak
kelemahan. Tapi, lepas dari itu, saya sangat puas
dengan permainan tim saya. Kekalahan ini kami terima
dengan besar hati," ujar pelatih tim PSM, Syamsuddin
Umar.

Justru hal mengecewakan diperlihatkan suporter PSM
yang berjumlah 10 ribu orang diantara 40 ribu
penonton. Saat timnya ketinggalan, mereka membakar
berbagai kertas atau spanduk di tribun selatan. Hal
ini memaksa mobil penyemprot air dari aparat keamanan
turun tangan.
Sementara, pelatih Persita Tangerang Benny Dollo
menyatakan, meski menang, timnya masih punya banyak
kelemahan. "Semua lini punya kelemahan. Dan repotnya
ini harus diperbaiki hanya dalam waktu dua hari," kata
Benny Dollo.

"Kalau boleh saya bilang, tim saya malah terlihat
lebih lemah dari mereka. Tim saya kurang bermain baik
dalam pertandingan ini," ujar Benny Dollo usai
pertandingan. "Ini gara-gara libur satu bulan kemarin.
Sementara saya lihat, permainan PSM itu bagus. Hanya
saja, mereka kurang beruntung dengan kekalahan ini,"
papar bekas pelatih timnas PSSI itu.

Persita di Awal Liga Indonesia VII ( 22 Januari 2001 )

Sial benar nasib Anthony Jomah Balla pekan lalu. Sudah dikeroyok ramai-ramai, gelandang Persita (Perserikatan Sepak Bola Indonesia Tangerang) ini justru kena kartu merah. Sebelumnya, pemain asal Liberia berusia 22 tahun ini memang melakukan pelanggaran terhadap pemain PSMS Medan. Tapi saat itu wasit tak meniup peluit dan melanjutkan pertandingan. Baru ketika bola berhenti, beberapa pemain PSMS langsung menyerbu Balla dan menghujaninya dengan pukulan. Apa boleh buat, pagi-pagi Liga Indonesia VII sudah memanen cacat dalam awal kompetisi. Tapi tuan rumah Persita beroleh hiburan yang tak kecil. Mereka berhasil menekuk PSMS dengan skor 4-0 ketika peluit terakhir dibunyikan. Ini sukses besar beruntun, karena dalam pertandingan sebelumnya tim ini juga melibas Persiraja Banda Aceh dengan skor yang sama. Dua kemenangan ini memang masih terlalu dini untuk dijadikan patokan kekuatan Persita sesungguhnya dalam musim ini. Namun, sebagai pendatang baru yang berlaga di Wilayah Barat, tim ini sudah memberikan sinyal untuk tak bisa dianggap enteng oleh tim mana pun. Sukses Persita tak bisa dilepaskan dari tangan dingin pelatih Benny Dollo. Pria ini bukan orang baru dalam panggung sepak bola nasional. Pada Ligina III, ia juga menangani Persita dan mampu membawa tim berjuluk Pendekar Cisadane ini lolos ke 12 besar. Kali ini, ia menargetkan timnya mampu masuk delapan besar karena persaingan di Wilayah Barat tidak sekeras di Timur. Meski demikian, Benny mengaku tim asuhannya belum bisa menemukan irama permainan. ?Mereka maunya main cepat terus, padahal sepak bola kan tidak selalu begitu,? kata Benny. Kelemahan Persita ini bisa dimaklumi karena sebagian pemainnya masih muda usia. Bahkan, status mereka juga masih jauh dari pemain profesional. Misalnya, striker Ilham Jayakesuma, yang mencetak gol tercepat?dalam 13 detik pertama?dalam sejarah Ligina. Pemuda berusia 22 tahun ini status resminya adalah pegawai honorer Dinas Pekerjaan Umum. Status pemain lain kurang lebih sama dengan Ilham. Tim yang lahir pada 15 September 1945 ini memang didukung penuh oleh Pemda Tangerang. Sampai saat ini Rp 1 miliar sudah dikucurkan dari APBD Tangerang. Selain itu, tim ini juga mendapat dana Rp 225 juta dari PSSI. Dana yang terkumpul ini dinilai manager tim, Satim Sofyan, masih jauh dari memadai. Tiap bulan, paling tidak diperlukan Rp 100 juta untuk katering serta gaji pelatih dan pemain. Sebetulnya, gaji pemain tak terlalu tinggi. Balla, misalnya, hanya bergaji Rp 1 juta per bulan plus fasilitas rumah kontrakan. Namun, ia mengaku cukup senang. Ketika istrinya melahirkan dan perlu operasi, dukungan dari pengurus sangat nyata. Sekalipun kondisinya masih pas-pasan, tampaknya persiapan Persita lumayan menjanjikan. Misalnya, mereka sudah punya situs resmi dengan alamat www.persita.org. Suasana tim pun cukup kompak. Tak mengherankan bila tiap kali latihan, tim ini selalu disambangi para pendukungnya.

Persija vs Persita di Liga Bank Mandiri 2003


Pertandingan sepak bola Liga Indonesia Bank Mandiri antara kesebelasan Persija Jakarta melawan Persita Tangerang di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, 17 Maret 2003.

Persita Di Tundukkan Persijatim ( Kamis, 08 Maret 2001 )

Jakarta:Persijatim (Jakarta FC) yang berada diurutan 8 klasemen sementara grup barat, berhasil mengalahkan Persita, pimpinan klasemen grup barat, dengan skor 2-1 dalam lanjutan pertandingan Liga Bank Mandiri 2001, Kamis (8/3) di Stadion Lebakbulus. Gol Persijatim dua-duanya diciptakan Rodrigo Araya di menit 13 (lewat tendangan pinalti) dan menit 23 (tendangan bebas). Sedagkan gol Persita dicetak striker Ilham Jaya Kesuma di menit ke 61.

Kemenangan yang diraih Persijatim berbau kontroversi, karena dihasilkan lewat pertandingan di bawah kepemimpinan wasit yang dianggap tidak adil. Pihak Persita bahkan menyatakan akan melayangkan surat protes ke PSSI soal kualitas wasit di pertandingan ini. “Kita sangat tidak puas dengan kepemimpinan wasit yang berkali-kali membuat keputusan keliru. Kita akan protes ke PSSI,” kata H Solihin, yang sementara ini dipercaya Manajer Persita menjadi pelatih klub ini menyusul terpilihnya Benny Dollo jadi pelatih Timnas.

Protes atas kepemimpinan wasit juga bukan hanya keluar dari pihak Persita. Para penonton pun hampir sepanjang babak kedua berteriak-teriak memprotes dan memaki-maki wasit Budiono yang dianggap tidak becus.

Secara umum dalam pertandingan sore ini, pihak Persita lebih menguasai permainan. Mereka mampu mengembangkan permainan di sepanjang pertandingan. Namun Persijatim justru lebih beruntung. Pada menit ke-13, Rodrigo Araya yang sedang menguasai bola di kotak pinalti dijegal pemain belakang Persita. Hukuman tendangan pinalti pun diberikan untuk Persijatim. Rodrigo Araya sukses melakukan eksekusi.

Di menit ke-23, Araya kembali dijegal pemain Persita, Anwar Panda. Kali ini tempatnya di luar kotak pinalti di sector kanan pertahanan Persita. Araya kembali melakukan eksekusi dan sukses. Namun kali ini para pemain Pelita protes karena menganggap Araya menendang bola saat kiper belum siap. Sayangnya protes ini tak digubris wasit.

Di babak kedua, Persita yang ketinggalan 2-0 tampil lebih menekan. Trisula tim ini, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arif, dan Antony J Bala susul menyusul membuat serangan. Pada menit ke-61 Bala lolos dari penjagaan pemain belakang Persijatim. Dia membawa bola dan menendang dari jarak 8 meter. Tendangannya berhasil ditahan kiper, tapi bolanya kembali muntah ke kiri gawang. Saat itu Ilham sudah menunggu, dengan tendangan voli dia pun menyambar bola dan menghasilkan gol.

Setelah gol ini, Bala dan Ilham tercatat masing-masing mendapatkan satu kali peluang bagus. Sayang kedunya gagal memanfaatkan peluang itu. Skor 2-1 bertahan hingga akhir
Pertandingan.

Pelatih Persijatim, Danandjaja, mengakui pihaknya belum terlalu puas meski berhasil memetik kemenangan. Permainan anak asuhannya dia nilai masih belum maksimal dan perlu banyak perbaikan. “Mereka sering kehilangan bola dengan cepat dan sector depan kurang mampu melakukan finishing,” kata dia.

« »

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More